Nara adalah anak satu-satunya dari keluarga yang cukup mampu, ayahnya seorang pilot dan ibunya salah satu karyawan bank swasta di Jakarta.
Nara hidup dengan serba berkecukupan, apapun yang dia inginkan semuanya pasti dikabulkan oleh kedua orang tuanya.
Nara mempunyai teman dekat yang bernama Nia dan aku tentunya. Kami bertiga selalu bersama dari kami duduk di bangku sekolah TK sampai SMA, itupun dikarenakan karena kami bertiga tinggal di dalam lingkungan yang sama. Kami mulai tidak satu sekolah disaat kami sudah memasuki perguruan tinggi, Nia memilih kuliah di Jogjakarta sedangkan aku dan Nara memilih tetap dijakarta dan memilih salah satu universitas swasta disini. Oia walaupun aku dan Nara satu kampus, tapi kita berdua berbeda jurusan loh. Hal ini pula membuat kami sudah tidak bisa bermain bersama- sama lagi seperti dulu, kami bertiga tetap menjalin persahabatan kami tentunya dengan cara berkomunikasi melalui WhatsApp dan aplikasi Media Sosial lainnya secara terus menerus.
Hari- hari kami lakukan seperti biasa, dan kami sangat bahagia. Karena kami bertiga sangat menikmati masa-masa kami menjadi Mahasiwa baru di kampus kami tentunya🥰
Dan…
Tiba-tiba Nara menghilang😭
Aku dan Nia benar-benar kebingungan karena Nara tidak dapat di hubungi lagi, baik di rumahnya maupun di aplikasi melalui WhatsApp/IG/FB.
Kami berdua tidak menyadari apa-apa dan tidak merasakan ada hal yang aneh di antara kami bertiga.
Tanpa sepengetahuan aku dan Nia ternyata Nara sudah tidak sekolah di kampus yang sama dengan aku, Nara ternyata sudah pindah kampus ke kampung halamannya di Bandung.
Aku dan Nia pun tidak tahu kampus Nara yang mana, Nara benar-benar hilang bagai di telan bumi🤭
Entah mungkin karena aku atau Nia yang terlalu sibuk dengan kegiatan kami di kampus kami masing-masing, sampai kami berdua pun lupa kapan terakhir kali kami berdua berkomunikasi dengan Nara.
Nara pun sudah pindah kampus, aku juga tahunya dari ibu aku. Aku sudah berusaha mencoba untuk menghubungi Nara dan ternyata Nara sudah menonaktifkan no HP nya. Dan sudahlah😔
Beberapa bulan berlalu, belum juga ada kabar dari Nara. Semua aplikasi Media Sosial Nara di non aktifkan, aku dan Nia sangat kesulitan menghubungi Nara. Dan singkat cerita, akhirnya kami berdua pun pelan-pelan sudah terbiasa tanpa adanya Nara. Dan kami pun akhirnya melupakannya juga, bukan karena kami tak menyayangi Nara. Tapi kami pun mempunyai kehidupan sendiri yang harus kami jalani masing-masing. Bukan karena kami Egois, tapi ini karena satu keharusan.
Sampai tibalah kami berdua akhirnya mempunyai kehidupan masing-masing, Nia akhirnya menikah dengan laki-laki pilihannya sendiri di Jogja. Aku juga salah satu “bridesmaid” dari Nia, dan disaat itu juga kami sangat merindukan Nara.
Selang beberapa tahun kemudian giliran aku menikah dengan laki-laki pilihan orang tua aku, Nia pun menjadi salah satu “bridesmaid” aku. Dan kami pun sangat merindukan Nara.
Bertahun-tahun lamanya kami belum juga mendapatkan kabar apapun dari Nara😔
Sampai akhirnya…
Aku dan suami juga anak aku si Gemoy pindah ke Bandung, suami aku di tugaskan kerja di Bandung.
Mungkin sudah takdir kali ya, kalau aku dan Nara harus berjumpa, dan aku pun sangat senang sekali🥰
Namun…
Tidak demikian dengan Nara.
Nara sangat tidak suka dengan pertemuan kami yang tak terduga itu, terlihat dari raut wajah dan bahasa tubuh Nara kalau Nara sangat membenciku😔
Kami bertemu tanpa sengaja di salah satu rumah sakit swasta di Bandung, dan Nara adalah salah satu pegawai yang bekerja di rumah sakit swasta tersebut, entah apa yang terjadi sehingga Nara bisa berubah menjadi membenciku. Padahal aku sama sekali tidak merasakan ada hal yang salah di antara pertemanan kami ini, dan aku pun sama sekali tidak ingin berbuat hal-hal yang bisa memungkinkan menyakiti hati Nara. Aku dan Nia sangat menyayangi Nara, karena kami sudah bersama dan berteman semenjak kami kecil, kami tumbuh bersama walaupun kami bukan saudara kandung. Nara sudah aku anggap seperti kakak/adik bagi aku, begitu pula sebaliknya perasaan Nara ke aku. Aku dan Nara sama-sama anak tunggal, bedanya ayah aku kerjanya di Kapal sedangkan ibu aku hanya ibu rumah tangga.
Hari demi hari aku terus mencoba mencari jawaban dari semua yang terjadi antara aku dan Nara, aku terus berusaha mencoba mencari jawaban dari permasalahan yang terjadi di antara aku dan Nara.
Kenapa? Ada apa? Dan apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat Nara sangat membenciku?
Berbulan-bulan menunggu..
Sampai…
Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertemu dengan kedua orang tua Nara, yang kebetulan ayah dan ibu Nara ternyata mempunyai usaha tempat bermain anak di Bandung, yang dimana salah satu sekolah PAUD anak saya adalah kepunyaan dari orang tua Nara.
Terjawablah sudah semua cerita yang sebenarnya😭
Rasa ingin tau aku pun, yang membuat aku tersakiti.
Bukan salah Nara, sehingga dia sangat membenci aku.
Bukan pula salah Nara, aku tersakiti.
Bukan salah aku Nara tersakiti.
Bukan salah aku juga Nara membenciku.
Tak ingin lagi aku mempertanyakan kembali semuanya, kepada yang berhak menjawab atas semua pernyataan yang aku dengar😔
Diam dalam hening..
Dan berkata..
Aku sayang kamu Nara❤️